jodipan

Jodipan: Desa Paling Berwarna di Malang

Liburan ke luar kota, ke mana pun destinasinya, bisa jadi pengalaman yang tak terlupakan. Salah satunya adalah ke Kota Malang yang belakangan ini sedang naik daun sebagai destinasi liburan favorit baru. Faktanya, berlibur ke kota yang satu ini memang tak kalah seru seperti ke Bali atau Yogyakarta yang lebih populer sebagai destinasi wisata..

 

Terletak di dataran tinggi, tak heran jika Malang dijuluki sebagai Kota Bunga karena memiliki keindahan alam yang ditumbuhi dengan pepohonan dan bunga. Malang juga memiliki udara yang sejuk dan dingin.

 

Selain Kota Bunga, Malang juga masih punya beberapa julukan lain, seperti Kota Apel, Kota Dingin, Kota Pelajar, dan Kota Wisata.

 

Berada 90 km dari kota terbesar di Jawa Timur, yaitu Surabaya, Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur. Jadi, sudah pasti travel Surabaya Malang ini ramai wisatawan.

 

Ada banyak sekali tempat yang bisa dikunjungi di Malang, mulai dari wahana bermain, kebun binatang, taman bunga, hingga desa berwarna-warni. Untuk yang disebut terakhir, itu adalah Jodipan, desa yang memiliki keunikan hingga memancing banyak wisatawan untuk datang.

 

Jadi, rumah-rumah di desa ini dicat dengan beraneka ragam warna cerah seperti menampilkan sebuah karya seni. Pemandangan kampung ini akan terlihat sangat elok jika dilihat dari atas. Kampung Jodipan juga cocok untuk dijadikan tempat hunting foto untuk kamu yang menyukai dunia fotografi. 

 

Di bawah ini informasi lengkap tentang awal mula terbentuknya Kampung Warna Warni, lokasi, harga tiket masuk, hingga jadwal bus Surabaya Malang

 

Awal Mula Kampung Jodipan 

 

Sebelum menjadi tempat wisata yang terkenal, pada awalnya kampung ini sangatlah kumuh dan tidak terurus. Banyak warga yang membuang sampah sembarangan ke sungai dan tak mempedulikan soal sanitasi. 

 

Berangkat dari masalah tersebut, perkumpulan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang melakukan perubahaan besar di kampung ini. Pada tahun 2016, mereka membentuk program Corporate Social Responsible (CSR) dan bekerja sama dengan perusahaan cat. 

 

Semenjak itulah, Jodipan berubah total menjadi kampung yang berwarna-warni dan bersih dari sampah. Warganya pun telah sadar dan mulai membuang sampah pada tempatnya. Hasilnya, warga di kampung ini juga jadi mempunyai penghasilan tambahan karena banyaknya wisatawan yang datang. 

 

Akhirnya, H. Mochamad Anton selaku Walikota Malang meresmikan Kampung Warna Warni Jodipan sebagai salah satu obyek wisata pada tahun 2017. Warga pun memanfaatkan uang hasil dari tiket masuk untuk membayar petugas kebersihan agar bisa mengangkut sampah-sampah di sana. 

 

Lokasi dan Harga Tiket Masuk 

 

Kampung Warna Warni terbagi menjadi dua wilayah, yaitu antara Kampung Jodipan dan Kampung Tridi yang berada di tepi Sungai Brantas. Kedua kampung ini disambungkan dengan sebuah jembatan yang bernama Jembatan Kaca “Ngalam” Indonesia. 

 

Alamat lengkap kampung ini adalah Jalan Ir. H. Juanda No. 9 RT 9 RW 2, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

 

Lokasi Kampung Warna Warni ini sangat dekat dengan Alun-alun Kota Malang dan Stasiun Malang, sehingga hanya membutuhkan waktu tak kurang dari 5 menit untuk tiba di kampung ini. Jadi, kampung ini cukup mudah diakses dengan travel Surabaya Malang dan jaraknya dekat dengan tengah kota. 

 

Untuk tempat wisata yang lengkap dan unik ini, harga tiket masuknya sangatlah murah, yaitu sebesar Rp5.000 saja. Tiket parkirnya juga cukup murah, untuk kendaraan roda dua sebesar Rp2.000 dan kendaraan roda empat sebesar Rp5.000. Liburan di sini pastinya hemat di kantong deh

 

Banyak Spot Foto yang Indah

 

Di Kampung Jodipan ini, tak perlu takut kehabisan spot foto karena di setiap jalan pun kamu bisa berfoto. Selain dinding-dinding yang dicat, ada juga 2 lorong yang unik. Pertama adalah Lorong Payung dengan banyak payung yang digantung di udara. Lalu, yang kedua adalah Lorong Topeng yang memajang berbagai macam topeng di lorong tersebut. 

 

Terdapat pula anak tangga yang berwarna-warni untuk spot foto yang berbeda. Oleh karena kampung ini wilayahnya cukup luas, pastikan kamu memakai alas kaki yang nyaman, ya, agar kaki tidak lecet karena berjalan jauh. 

 

Berikutnya ada Jembatan Kaca Ngalam yang panjangnya sekitar 25 meter dan ketinggiannya mencapai 8 meter dari permukaan Sungai Brantas. Disebut Jembatan Kaca karena bagian tengah dari jembatan ini terbuat dari kaca. Daya tampungnya sendiri adalah 50 orang.

 

Lain halnya di Kampung Tridi, terdapat banyak mural atau lukisan yang nampak seperti 3D. Jadi, perbedaannya dengan Kampung Jodipan, tembok rumah warga di kampung ini dilukis gambar 3D, bukan dengan cat berwarna. Dengan pengambilan foto yang pas, akan membuat kamu terlihat seperti sedang dimakan hiu atau dinosaurus. 

 

Jadwal Bus Surabaya Malang 

 

Karena menjadi tujuan favorit warga Surabaya, maka dari itu banyak tersedia bus atau travel ke Kota Malang. Dengan jarak sekitar 96km, waktu tempuh rute ini adalah 2–3 jam perjalanan. 

 

Ada dua travel yang tersedia untuk travel Surabaya dan Malang, yaitu Cititrans dan King Travel. Jadwal keberangkatannya dimulai pada pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIB dan tersedia armada tersedia setiap 1 jam sekali. 

 

Harga tiket bus Cititrans sebesar Rp100.000 dan armadanya menggunakan Toyota Hi Ace dengan kapasitas 5-8 penumpang. Sementara itu, King Travel mematok harga tiket sebesar Rp180.000 dengan kapasitas 4 penumpang saja. Armada King Travel menggunakan Toyota Innova dengan menerapkan physical distancing yang ketat. 

 

Kampung Jodipan sudah sangat terkenal di kalangan para pelancong, jadi kamu juga wajib mengunjunginya! Selain tiketnya yang murah, akses menuju ke sini juga mudah, dan pastinya koleksi fotomu juga akan tambah berwarna-warni lho

 

Rencanakan travel Surabaya Malang dan pilih jadwal bus Surabaya Malang di situs pembelian tiket bus online sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published.