Tips Travel

Tips Manjur Menghindari Calo saat Ingin Naik Bus Surabaya Malang

Bepergian dari Surabaya ke Malang naik bus memang praktis. Anda tidak akan merasa kelelahan akibat mengemudi kendaraan sendiri. Hanya saja, satu hal yang kerap mengganggu kenyamanan para penumpang bus Surabaya Malang adalah keberadaan calo yang kerap berkeliaran di Terminal Purabaya atau biasa dikenal sebagai Terminal Bungurasih. 

Keberadaan calo menimbulkan berbagai permasalahan yang kerap membuat penumpang jera dan tak ingin lagi naik bus. Para calo kerap bertindak merugikan dengan mematok harga tiket bus jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ongkos resmi. Tidak cuma itu, calo juga biasa melakukan tindakannya dengan paksaan dan bahkan menggunakan kekerasan. 

Dengan memperhatikan berbagai kerugian tersebut, penumpang perlu bertindak cerdas agar bisa menghindari para calo. Ada 5 tips manjur yang bisa Anda terapkan untuk melakukannya, yaitu: 

  • Pesan tiket bus secara online

Biasanya, penumpang melakukan pemesanan tiket bus Surabaya Malang ke loket resmi yang ada di terminal. Hanya saja, loket pembelian tiket bus di Terminal Purabaya merupakan tempat berkumpulnya para calo. Saat mendatangi loket, Anda akan mendapati para calo yang mendekat dan berusaha menawarkan tiket. 

Alih-alih membeli tiket di terminal, Anda dapat mempertimbangkan untuk memesan tiket secara online. Dengan solusi ini, Anda tidak perlu berhadapan dengan para calo terminal. Apalagi, saat ini tersedia layanan pemesanan tiket bus online tepercaya seperti redBus. Anda pun bisa memesan bus dari berbagai operator di sini. 

  • Pertimbangkan lokasi keberangkatan selain terminal

Kalau pun Anda sudah punya tiket, risiko berhadapan dengan calo masih ada. Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Solusinya, Anda bisa memilih titik keberangkatan selain terminal. Kalau menggunakan redBus, informasi tentang titik keberangkatan bus bisa Anda dapatkan dengan mudah, disertai dengan jadwal kepergian bus. 

  • Datang sesuai jadwal keberangkatan bus

Tips yang ketiga, Anda bisa memilih untuk tetap datang ke Terminal Purabaya. Dalam situasi seperti ini, ada peluang besar kalau Anda berhadapan dengan para calo di sana. Untuk meminimalkan terjadinya hal-hal tak diinginkan, Anda dapat memilih datang sesuai dengan jadwal keberangkatan bus. 

Informasi mengenai jadwal keberangkatan bus dapat Anda ketahui dengan mudah saat memesan tiket online melalui redBus. Biar tidak ada kesalahan, pastikan bahwa Anda menggunakan operator bus yang punya rating tinggi. Hal ini perlu Anda cermati agar tidak menunggu terlalu lama di dalam terminal. 

  • Pasang penampilan penuh percaya diri

Calon penumpang yang terlihat bingung dan tidak percaya diri menjadi sasaran empuk para calo. Oleh karena itu, pastikan Anda menjaga penampilan agar terlihat percaya diri saat memasuki terminal. Selain itu, Anda juga perlu membekali diri dengan info terkait bus sebelum keberangkatan. 

Penampilan yang terlihat percaya diri dan santai mengindikasikan kalau Anda sudah terbiasa dengan suasana di dalam Terminal Purabaya. Selanjutnya, Anda bisa menuju ke ruang tunggu penumpang yang telah tersedia. Di sini, Anda dapat melihat secara jelas bus-bus yang akan melakukan keberangkatan. 

  • Hindari orang tak dikenal

Tips terakhir dan tidak kalah penting, hindari berbicara dengan orang asing. Apalagi, kalau Anda memilih bertanya kepada orang yang terlihat mengenakan seragam PO tertentu. Penting untuk diketahui, banyak calo di Terminal Purabaya berpakaian seolah-olah petugas dari salah satu operator bus Surabaya Malang. Salah-salah, Anda akan menjadi korban mereka.

Kalau pun Anda ingin bertanya informasi terkait bus yang akan ditumpangi, dekati petugas berpakaian Dishub yang ada di dalam terminal. Alternatif lain, Anda bisa memilih untuk membeli makanan atau minuman di toko yang ada di area terminal. Selanjutnya, Anda bisa bertanya kepada pemilik toko. 

Nah, itulah 5 tips penting yang dapat Anda praktikkan untuk menghindari praktik merugikan dari para calo di Terminal Purabaya. Semoga bermanfaat dan perjalanan Anda lancar, ya.

Leave a Reply