Bus Indonesia Bus Journeys

Terminal Purabaya: Mengenal Terminal Bus Tersibuk di Asia Tenggara

Kalau kamu sering bepergian naik bus ke Jawa Timur, khususnya Surabaya, pasti akrab banget dengan nama terminal ini: Terminal Purabaya. Ya, Terminal Purabaya adalah terminal bus terpadu dan terbesar Surabaya, ibu kota Jawa Timur sekaligus kota terbesar kedua di Indonesia. Terminal penumpang tipe A ini sering disebut sebagai terminal bus tersibuk di Asia Tenggara. Setiap harinya, Terminal Purabaya melayani rute jarak dekat, menengah, hingga jarak jauh. Sedikitnya 28 ribu penumpang dilayani sekitar 1000-an angkutan umum seperti bus kota, Bus Rapid Transit (BRT) Suroboyo Bus, hingga bus antarkota antarprovinsi (AKAP) selama 24 jam nonstop. Selain itu, Terminal Purabaya kini tertata rapi dengan mengujicobakan sistem tiket bus online yang bekerja sama dengan banyak aplikasi penjualan tiket, termasuk redBus. Pembelian tiket bus pun lebih terintegrasi demi mengantisipasi padatnya jadwal keberangkatan, kedatangan, dan arus penumpang. Jadi, terbayang bagaimana sibuknya terminal ini, ‘kan? 

redBus Terminal Purabaya
Mengenal Terminal Purabaya redBus

Biar kamu enggak makin penasaran, simak beberapa fakta menarik Terminal Purabaya berikut ini, yuk!

 

Lebih Dikenal sebagai Terminal Bungurasih

Terminal Purabaya lebih dikenal sebagai Terminal Bungurasih. Hal ini karena Terminal Purabaya terletak di Desa Bungurasih. Desa tersebut sebenarnya berada di Kabupaten Sidoarjo. Meskipun demikian, Terminal Purabaya dikelola secara bersama oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena berada di perbatasan keduanya.

 

Awalnya, Terminal Purabaya dibangun sebagai pengganti Terminal Joyoboyo dan Terminal Bratang yang terletak di pusat kota Surabaya karena kapasitasnya sudah tidak memadai dan tidak dapat diperluas. Desa Bungurasih yang terletak di Kabupaten Sidoarjo pun dipilih sebagai lokasi Terminal Purabaya. Letak Bungurasih dianggap strategis karena berada di bagian selatan kota, sekaligus menjadi pintu masuk dan pintu keluar kota Surabaya. Direncanakan sejak 1982, pembangunan Terminal Purabaya akhirnya dimulai pada 1989 dan resmi dioperasikan pada 1991.

 

Berfasilitas Sekelas Bandara: Lengkap dan Modern!

Bersih, megah, dan rapi mungkin menjadi tiga kata untuk menggambarkan penampilan terkini Terminal Purabaya. Terminal ini terdiri atas dua lantai dengan lobi dan atap yang megah. Di dalamnya, terdapat beberapa fasilitas penunjang yang seakan membuat kamu serasa berada di bandara. Ada garbarata atau lorong penghubung dari terminal ke area penjemputan penumpang. Ada loket tiket dan informasi yang membantu kamu mengakses ketersediaan tiket bus online. Ada pula ruang tunggu di lantai dua dengan pemandangan ke area lajur bus seperti layaknya ruang tunggu penumpang pesawat. Selain itu, Terminal Purabaya juga dilengkapi eskalator yang ramah bagi difabel, ruang menyusui, area merokok, ATM center, pusat informasi, serta toilet dan musala di setiap lantainya. Bahkan, di area Terminal Purabaya juga terdapat pusat perbelanjaan, yaitu Mall Ramayana Bungurasih, yang dapat ditempuh 5 hingga 10 menit dengan berjalan kaki ke arah barat terminal. Lengkap banget, ya!

 

Melayani Banyak Rute Perjalanan Selama 24 Jam Nonstop!

Reputasi Terminal Purabaya sebagai terminal bus tersibuk di Asia Tenggara ditunjukkan oleh banyaknya trayek dan rute yang dilayani. Moda transportasi yang beroperasi di Terminal Purabaya antara lain (1) angkutan kota, (2) Bus Rapid Transit (BRT) Suroboyo Bus (3) angkutan pemadu moda bandara, (4) bus kota, dan (5) bus antarkota seperti bus Antarkota Dalam Provinsi (AKDP), Antarkota Antarprovinsi (AKAP), dan bus antarpulau. 

 

Trayek angkutan kota lintas kota Sidoarjo ditempatkan di dua jalur, sementara angkutan kota Sidoarjo—Surabaya atau sebaliknya berada di empat jalur. Selanjutnya, Bus Rapid Transit (BRT) Suroboyo Bus ditempatkan di koridor R1 dan R2. Kemudian, ada pula jalur untuk bus angkutan pemadu moda dari PO DAMRI yang melayani trayek Terminal Purabaya—Bandara Internasional Juanda, baik Terminal 1 (Penerbangan Domestik) maupun Terminal 2 (Penerbangan Internasional).  Berikutnya, terdapat jalur bus kota yang beroperasi mulai jam 4 pagi—jam 8 malam dengan interval keberangkatan 15 hingga 30 menit. Terakhir, bus antarkota yang ditempatkan dalam 26 jalur. Shelter pemberangkatan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) berada di jalur 1 hingga jalur 16, yaitu shelter bus AKDP kelas Non Ekonomi berada di jalur 1—8 dan bus AKDP kelas Ekonomi di jalur 9 hingga 16. Lalu, shelter pemberangkatan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berada di jalur 17 sampai jalur 26, yaitu Shelter bus AKAP kelas Ekonomi di jalur 17 s.d. 19 dan shelter bus AKAP kelas Non-Ekonomi di jalur 20 hingga 26. Sementara itu, rute bus antarpulau yang dilayani Terminal Purabaya mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatra. 

 

Banyak perusahaan otobus (PO) ternama yang beroperasi di terminal Purabaya. Beberapa contohnya adalah Damri yang melayani rute Terminal Purabaya—Bandara Internasional Juanda, Sugeng Rahayu untuk rute Surabaya—Joglosemar (Jogja, Solo, dan Semarang), dan shuttle bus seperti Big Trans serta Cititrans yang melayani rute pendek Surabaya—Malang. Di samping itu, rute-rute penting lain juga dijalankan dari terminal ini. Contohnya, rute jarak dekat seperti Surabaya menuju kota besar lain di Jawa Timur semisal Madura, Jember, Madiun, Kediri, Jember, atau Banyuwangi yang dilayani PO Mandala, PO Hasti, dan PO Akas. Lalu, rute Surabaya—Jakarta yang dilayani PO Sinar Jaya, Haryanto, atau Pahala Kencana. Ada pula rute Surabaya—Bandung yang juga dilayani oleh PO Pahala Kencana atau PO Handoyo. Sementara itu, rute antarpulau penting dari Terminal Purabaya antara lain Surabaya—Bali yang dilayani PO M-Trans dan PO Gunung Harta, serta Surabaya—Sumatra yang dilayani PO Antar Lintas Sumatera (ALS). 

 

Naik Bus dari/ke Terminal Purabaya? Begini Caranya!

Terminal Purabaya mudah diakses dari mana saja karena merupakan terminal besar di Surabaya sekaligus Jawa Timur. Terminal ini ditempuh dengan jarak sekitar 30 hingga 40 menit dari pusat kota Surabaya atau 20 menit dari Bandara Internasional Juanda.

 

Selain tetap menyediakan loket penjualan tiket bus secara langsung (on the spot), Terminal Purabaya juga mulai menerapkan pelayanan tiket bus online (e-ticketing) secara bertahap di sekitar 15 loket tiket bus yang ada. Layanan tiket bus online ini memberikan kenyamanan serta keamanan calon penumpang saat berpergian karena calon penumpang dapat memastikan ketersediaan armada bus, jadwal keberangkatan, dan harga tiket bus melalui situs web atau aplikasi, terutama redBus. Dipercaya lebih dari 18 juta pelanggan dan bekerja sama dengan 2300 operator bus di seluruh dunia, redBus menawarkan kemudahan bagi kamu untuk merencanakan perjalanan bus sesuai keinginan. Dengan redBus, perjalananmu dari Terminal Purabaya pun makin mulus!

Leave a Reply